Pohon Ara Tidak Berbuah


Pohon Ara Tidak Berbuah

Markus 11:13 TB

Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.





Markus 11:13 menjelaskan tentang Yesus yang melihat pohon ara berdaun lebat dari jauh, tetapi ketika didekati, tidak menemukan buahnya, karena memang bukan musimnya. Ayat ini menggambarkan bahwa meskipun pohon itu tampak menjanjikan dari luar, namun tidak menghasilkan apa yang seharusnya. 

Berikut detailnya: 

Yesus melihat pohon ara:

Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan dan melihat pohon ara yang tampak berdaun lebat dari kejauhan.

Pohon ara yang menjanjikan:

Daun-daun yang lebat pada pohon ara itu memberikan kesan bahwa pohon tersebut sedang berbuah.

Kekecewaan Yesus:

Ketika Yesus mendekat, Ia tidak menemukan buah apa pun pada pohon itu, karena memang bukan musimnya.

Musim yang tidak tepat:

Markus 11:13 mencatat bahwa bukan musim buah ara pada saat itu, sehingga meskipun pohon itu berdaun lebat, tidak mungkin ada buahnya.

Pelajaran tentang penampilan:

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa penampilan luar saja tidak selalu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.

Ayat ini sering dikaitkan dengan ayat selanjutnya, yaitu Markus 11:14, di mana Yesus mengutuk pohon ara itu agar tidak berbuah lagi selamanya. Beberapa penafsir menghubungkan peristiwa ini dengan tindakan Yesus membersihkan Bait Allah, karena Bait Allah juga seharusnya menghasilkan buah-buah iman, tetapi justru menjadi tempat transaksi bisnis yang tidak sesuai dengan tujuan aslinya.

*Tafsir*

- *Simbol Pohon Ara*: 

Pohon ara sering kali digunakan sebagai simbol kemakmuran dan kehidupan dalam Alkitab.

- *Kurangnya Buah*: 

Ketidakhadiran buah ara pada pohon yang berdaun lebat dapat diartikan sebagai simbol kegagalan atau kekurangan spiritual.

*Penerapan*

- *Menilai dari Hasilnya*:

Yesus sering kali menilai seseorang atau sesuatu berdasarkan hasilnya, bukan hanya penampilan luarnya.

- *Pentingnya Buah Rohani*: 

Dalam kehidupan spiritual, penting untuk menghasilkan "buah" yang baik, seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera.


*Konteks*

- *Perjalanan ke Yerusalem*: Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.

- *Pohon Ara*: Yesus melihat pohon ara yang berdaun lebat, tetapi tidak berbuah.

*Tafsir*

- *Simbol Kekurangan Spiritual*: 

Pohon ara yang tidak berbuah dapat diartikan sebagai simbol kekurangan spiritual atau kegagalan dalam menghasilkan "buah" yang baik.

- *Penghakiman*: 

Yesus mengutuk pohon ara, menunjukkan bahwa Tuhan mengharapkan hasil yang baik dari orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya.

*Penerapan*

- *Menghasilkan Buah Rohani*: 

Orang percaya harus berusaha menghasilkan "buah" rohani, seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera.

- *Pertanggungjawaban*: 

Orang percaya akan diminta pertanggungjawaban atas hasil kehidupannya.


Foliage and fruit drawn in 1771

Buah tin yang belum ranum





Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan dan berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum"), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus.


Buah ara memiliki simbolisme yang kaya dan beragam dalam berbagai budaya dan agama. 
Secara umum, buah ara sering dikaitkan dengan kesuburan, kelimpahan, pengetahuan, pencerahan, dan juga dosaDalam beberapa kepercayaan, buah ara juga melambangkan perlindungan, kedamaian, dan kebahagiaan. 
Berikut adalah beberapa simbolisme buah ara yang lebih rinci:
  • Kesuburan dan Kelimpahan:
    Buah ara, dengan bijinya yang banyak, sering dikaitkan dengan kesuburan dan kelimpahan. Dalam budaya Yunani-Romawi, buah ara dikaitkan dengan dewi pertanian dan kesuburan. 
  • Pengetahuan dan Pencerahan:
    Dalam beberapa tradisi, buah ara dikaitkan dengan pengetahuan dan pencerahan, mungkin karena buah ini disebutkan dalam cerita tentang Adam dan Hawa dalam Alkitab. 
  • Dosa dan Penebusan:
    Daun ara digunakan oleh Adam dan Hawa untuk menutupi ketelanjangan mereka setelah memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang kemudian dikaitkan dengan dosa dan penebusan. 
  • Perlindungan dan Damai:
    Di beberapa budaya, pohon ara dianggap sebagai tempat yang dilindungi dan memberikan kedamaian. 
  • Waktu dan Musim:
    Pohon ara juga digunakan sebagai simbol waktu dan perubahan musim, dengan kemunculan buahnya yang menandakan datangnya musim tertentu. 
  • Kekuatan dan Harapan:
    Dalam beberapa konteks, buah ara melambangkan kekuatan, harapan, dan potensi pertumbuhan spiritual. 
Selain itu, buah ara juga memiliki makna khusus dalam berbagai agama:
  • Kristen: Dalam Alkitab, pohon ara dikaitkan dengan Taman Eden dan juga digunakan dalam perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. 
  • Islam: Buah ara dianggap sebagai simbol kesucian dan disebutkan dalam Al-Qur'an. 
  • Hindu: Pohon ara dianggap suci dan diyakini sebagai tempat tinggal dewa-dewa. 
Dengan berbagai simbolisme yang melekat padanya, buah ara terus menjadi buah yang menarik dan penuh makna dalam berbagai aspek kehidupan manusia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalom (שָׁלוֹם) 2

Shalom (שָׁלוֹם) 1